CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang ternyata bikin mudah cemas. Kenali apa saja kebiasaan tersebut dan perbaiki perlahan agar hidup lebih tenang. (Istockphoto/triocean)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tanpa kita sadari, ternyata ada sejumlah kebiasaan yang bikin mudah cemas. Berbagai kebiasaan sehari-hari ini perlu diperbaiki agar hidup bisa lebih tenang.
Adapun kecemasan itu sendiri bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari tekanan hidup sehari-hari hingga faktor genetik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perasaan takut, gelisah, atau tegang sering kali menyertai kondisi ini, bahkan bisa memicu serangan panik dan gejala fisik seperti nyeri dada atau sesak napas.
Kebiasaan bikin mudah cemas
Penting untuk mengenali dan memperbaiki kebiasaan bikin mudah cemas agar kualitas hidup menjadi lebih baik dan tenang. Berikut ini beberapa kebiasaan yang bisa kamu perbaiki mulai dari sekarang:
1. Prokrastinasi
Salah satu kebiasaan bikin mudah cemas adalah prokrastinasi atau menunda-nunda pekerjaan. Mengutip Psychology Today, prokrastinasi sering kali muncul karena rasa takut atau khawatir berlebihan terhadap tugas tertentu.
Ironisnya, kebiasaan ini justru memperparah kecemasan karena beban pekerjaan yang menumpuk dan ketidakpastian yang makin meningkat.
Solusinya, buatlah daftar tugas yang selama ini kamu tunda. Kerjakan satu hal dari daftar tersebut segera, lalu jadwalkan waktu untuk menyelesaikan tugas lainnya.
2. Rumah berantakan
Lingkungan yang berantakan dapat memperburuk perasaan cemas dan stres. Makin banyak barang di sekitar, makin tinggi tingkat kecemasan dan depresi yang dirasakan.
Kekacauan barang-barang di rumah menimbulkan stimulus berlebih bagi otak dan sulit untuk fokus. Untuk mengatasi ini, cobalah menata ulang ruang tinggal dan mengurangi barang yang tidak diperlukan.
3. Tidak makan tepat waktu
Kebiasaan bikin mudah cemas lainnya, yakni melewatkan makan. Mengutip Healthline, saat tidak makan, kadar gula darah bisa turun drastis, menyebabkan tangan gemetar dan perut keroncongan.
Kondisi ini bisa memicu rasa panik dan cemas yang berlebihan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan seimbang secara rutin agar energi tetap terjaga dan suasana hati tetap stabil.
4. Pikiran negatif
Saat merasa frustrasi atau takut, kata-kata negatif yang kita ucapkan kepada diri sendiri bisa memperbesar rasa cemas. Jika sering kali berpikir negatif, cobalah untuk mengubah pola pikir dan mengganti kata-kata buruk dengan yang lebih positif.
Jika perlu, bekerja sama dengan psikolog dapat membantumu belajar mengelola pikiran dan emosi dengan lebih baik.
5. Mengkhawatirkan kondisi keuangan
Masalah keuangan, seperti utang, tabungan yang kurang, atau pengeluaran tak terduga bisa menjadi pemicu utama kecemasan. Ketakutan akan kehilangan uang atau tidak cukupnya dana untuk kebutuhan mendesak sering kali membuat stres berkepanjangan.
Untuk mengatasi ini, cobalah untuk mengelola keuangan dengan lebih baik. Jika perlu, konsultasikan masalah keuanganmu dengan ahlinya.
6. Mencari jaminan berlebihan
Menurut Jennifer Anders, psikolog berbasis di Colorado AS, terus-menerus meminta feedback dari orang lain bisa berkontribusi pada kecemasan. Bahkan mengecek gejala kesehatan berlebihan di Google juga bisa menambah kecemasan.
"Dalam jangka panjang, hal itu sebenarnya menciptakan lingkaran umpan balik negatif lain yang membutuhkan kepastian hanya untuk merasa baik-baik saja," kata Anders, seperti dilansir Huffpost.
Dengan kata lain, kepastian bisa menjadi solusi cepat, tetapi tidak akan membantu masalah kecemasanmu dalam jangka panjang.
7. Selalu menyenangkan orang lain
Menjadi people pleaser atau kebiasaan menyenangkan orang lain di atas kebutuhan sendiri, dapat memicu rasa cemas. Ketika selalu berusaha memenuhi keinginan orang lain, tanpa memperhatikan batas diri, perasaan tidak nyaman dan cemas akan muncul.
Penting untuk belajar mengatakan tidak dan menjaga batasan agar tidak merasa terbebani dan tetap merasa bahagia serta tenang.
Memperbaiki kebiasaan bikin mudah cemas memang tidak mudah, tetapi langkah kecil yang konsisten akan sangat membantu. Dengan mengurangi kebiasaan buruk ini, kamu dapat menjalani hidup yang lebih tenang, percaya diri, dan bahagia.
(rti)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
4

















































