Jakarta, CNN Indonesia --
Semen Padang harus puas bermain imbang tanpa gol melawan 10 pemain PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 Super League di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3) malam WIB.
Semen Padang gagal menaklukkan PSIM yang bermain dengan 10 orang sejak menit ke-38. Ini setelah Fahreza Sudin diusir oleh wasit.
Peluang didapat tuan rumah di awal babak pertama melalui Kasim Botan. Hanya saja tembakan Kasim masih belum menemui sasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada menit ke-17, Semen Padang kembali berupaya menebar ancaman. Eksekusi peluang dilakukan oleh Firman Juliansyah yang masih bisa digagalkan kiper PSIM, Cahya Supriadi.
PSIM kemudian punya peluang untuk bisa unggul lebih dulu pada menit ke-19. Hanya saja Fahreza belum bisa memanfaatkan peluang emas yang didapatnya.
Memasuki pertengahan babak pertama, Fahreza malah diusir wasit. Kartu merah diberikan karena lutut Fahreza mengenai kepala bek Semen Padang, Samuel Christianson yang berupaya melakukan clearance melalui sundulan.
Samuel terkapar akibat insiden ini dan langsung dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan maksimal di rumah sakit terdekat.
Memasuki babak kedua, Semen Padang mendapatkan peluang emas melalui pemain pengganti Ricki Ariansyah. Tembakan Ricki deras mengarah ke gawang tetapi Cahya membuat penyelamatan gemilang untuk menjaga gawang PSIM aman dari kebobolan.
Keunggulan jumlah pemain tidak lantas membuat Semen Padang leluasa melancarkan tekanan. Alur serangan yang kurang jelas ditambah disiplinnya pertahanan PSIM membuat tuan rumah kesulitan.
Hal itu membuat Semen Padang gigit jari karena tidak kunjung mampu membobol gawang Semen Padang. Alhasil, skor imbang tanpa gol antara Semen Padang vs PSIM bertahan hingga laga usai.
Tambahan satu poin membuat Semen Padang menempati peringkat ke-17 klasemen dengan 17 poin. Sementara PSIM berada di peringkat kedelapan klasemen dengan 37 poin.
(jal)

6 hours ago
5















































