FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Pantau Reformasi Bursa

6 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell mempertahankan pasar modal Indonesia di status pasar berkembang sekunder atau Secondary Emerging Market. Indeks penyedia global tersebut menyampaikan terus memantau dengan cermat reformasi integritas bursa saham RI.

"Menyusul penundaan peninjauan indeks untuk Indonesia pada Maret 2026, FTSE Russell sedang meninjau kemajuan langkah-langkah reformasi yang dirancang untuk memperkuat transparansi, integritas, dan tata kelola pasar secara keseluruhan," tulis FTSE Russell dalam pengumumannya, Selasa (7/4).

Pasar modal Indonesia telah melakukan serangkaian reformasi, yakni peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan minimum free float, serta penguatan alat pengawasan pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FTSE Russell menilai langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran yang sebelumnya diidentifikasi terkait transparansi dan keandalan data.

"FTSE Russell akan terus memantau perkembangan implementasi dan berinteraksi dengan pelaku pasar untuk mengumpulkan masukan," terangnya.

Kemudian, FTSE Russell akan mengonfirmasi perlakuan terhadap sekuritas Indonesia jelang tinjauan atau rebalancing indeks pada Juni 2026 mendatang.

[Gambas:Youtube]

Adapun rebalancing dilakukan dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi dan masukan pemangku kepentingan.

"Pada tahap ini, status Pasar Berkembang Sekunder Indonesia tetap tidak berubah. FTSE Russell tidak mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Daftar Pantauan dan akan terus memantau kemajuan reformasi serta berinteraksi dengan para pelaku pasar," kata FTSE Russell.

(fln/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |