Fosil Dinosaurus Terbesar Asia Tenggara Ditemukan di Thailand

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Penemuan fosil dinosaurus raksasa di Thailand membuka babak baru dalam sejarah prasejarah Asia Tenggara. Para ilmuwan mengungkap spesies baru bernama Nagatitan chaiyaphumensis, yang kini disebut sebagai dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di kawasan Asia Tenggara.

Dinosaurus pemakan tumbuhan itu diperkirakan hidup sekitar 113 juta tahun lalu pada periode Kapur atau Cretaceous. Dengan panjang hampir 27 meter dan berat mencapai 28 ton, Nagatitan menjadi salah satu sauropoda terbesar yang pernah menghuni Bumi.

Fosil Nagatitan pertama kali ditemukan warga lokal di Provinsi Chaiyaphum, Thailand timur laut. Setelah itu, tim peneliti selama beberapa tahun menggali berbagai bagian kerangka, mulai dari tulang belakang, rusuk, panggul, hingga tulang kaki depan sepanjang 1,78 meter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan ukuran tulang humerus dan femur, ilmuwan memperkirakan bobot tubuh dinosaurus tersebut berada di kisaran 25 hingga 28 ton. Meski bagian kepala dan giginya belum ditemukan, peneliti menduga Nagatitan merupakan herbivora rakus yang memakan tumbuhan dalam jumlah besar.

Mahasiswa doktoral paleontologi dari University College London sekaligus penulis utama studi, Thitiwoot Sethapanichsakul, mengatakan Nagatitan kemungkinan memakan tumbuhan seperti konifer dan pakis berbiji yang tidak memerlukan banyak pengunyahan.

"Dinosaurus ini kemungkinan adalah pemakan massal yang mengonsumsi vegetasi dalam jumlah besar," ujar Sethapanichsakul dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, mengutip CNA.

Hidup di dunia purba yang ganas

Saat Nagatitan hidup, wilayah yang kini menjadi Thailand diperkirakan memiliki iklim subtropis panas dengan kombinasi hutan, sabana, dan semak belukar. Ekosistem tersebut juga dihuni berbagai dinosaurus lain, reptil terbang pterosaurus, buaya, hingga hiu air tawar.

Meski begitu, ukuran tubuh Nagatitan membuatnya nyaris tidak memiliki predator alami. Predator terbesar di habitat tersebut hanyalah kerabat dinosaurus karnivora Afrika Carcharodontosaurus yang panjangnya sekitar delapan meter dengan berat 3,5 ton.

"Pada ukuran penuh, Nagatitan kemungkinan tidak terlalu takut terhadap predator," kata paleontolog Paul Upchurch yang turut menulis studi tersebut.

Menurut para ilmuwan, predator kemungkinan hanya memburu individu yang sakit, tua, atau bayi dinosaurus. Sauropoda diketahui tumbuh sangat cepat setelah menetas agar segera mencapai ukuran tubuh aman dari serangan predator.

'Titan' terakhir Asia Tenggara

Nama Nagatitan diambil dari kata 'Naga', makhluk mirip ular dalam tradisi keagamaan Asia yang banyak ditemukan pada ornamen kuil Thailand. Sementara kata 'titan' merujuk pada kelompok sauropoda raksasa.

Peneliti menyebut Nagatitan bisa dianggap sebagai 'titan terakhir' Asia Tenggara. Sebab, pada akhir periode Kapur, kawasan tersebut berubah menjadi laut dangkal sehingga sauropoda tidak lagi hidup di wilayah itu.

Penemuan ini juga memberi petunjuk baru soal keragaman dinosaurus sauropoda di Asia Tenggara yang selama ini masih minim data fosil. Nagatitan disebut sebagai sauropoda terbesar sekaligus termuda secara geologis yang pernah ditemukan di kawasan tersebut.

Menariknya, Nagatitan hidup pada masa kadar karbon dioksida atmosfer Bumi meningkat dan suhu global menjadi lebih panas. Para ilmuwan menduga kondisi iklim tersebut berperan dalam evolusi ukuran tubuh dinosaurus raksasa.

"Sauropoda tampaknya berkembang menjadi sangat besar pada periode ini," ujar Upchurch.

Ia menambahkan hubungan antara suhu global yang tinggi dan ukuran tubuh raksasa dinosaurus masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, kondisi iklim diyakini memengaruhi vegetasi yang menjadi sumber makanan utama para herbivora raksasa tersebut.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |