DPR Tuding Rupiah Sengaja Dibiarkan Keok, Bos BI Bersuara

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mempertanyakan tingginya penerimaan Bank Indonesia (BI) di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Dalam rapat bersama BI, Misbakhun menyoroti realisasi penerimaan anggaran operasional BI per kuartal IV 2025 mencapai Rp66,80 triliun atau 212,08 persen dari Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI).

"212 persen dari target Rp31 triliun mencapai Rp66 triliun. Ini kan menjadi pertanyaan kita," ujar Misbakhun saat rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai lonjakan penerimaan tersebut terjadi saat rupiah melemah.

Misbakhun kemudian mempertanyakan apakah pelemahan rupiah sengaja dibiarkan demi meningkatkan penerimaan BI.

Berdasarkan data BI, penerimaan anggaran operasional paling banyak berasal dari pos Hasil Pengelolaan Aset Valas (HPAV) sebesar Rp66,65 triliun atau 99,77 persen dari total penerimaan.

Realisasi penerimaan HPAV bersumber dari pendapatan bunga atau kupon surat berharga, bunga deposito, dan giro.

Kemudian, penerimaan kegiatan kelembagaan sebesar Rp11,69 miliar dan penerimaan administrasi Rp138,41 miliar.

"Apakah rupiah ini dibiarkan melemah supaya penerimaannya BI besar? Ini kinerja 2025," ujar Misbakhun.

Tingginya penerimaan dari HPAV ini tidak bersamaan dengan pencapaian target penguatan nilai tukar rupiah. Pada 2025, asumsi makro untuk rupiah sebesar Rp16 ribu, tetapi realisasinya Rp16.865 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bank sentral tidak mengejar keuntungan dari pelemahan rupiah. Ia menegaskan surplus penerimaan BI nantinya juga dikembalikan kepada negara.

"Kalau penerimaan tadi, jangan kami dinilai karena ingin kami menaikkan. Pajak kami bayar, surplus kami kembalikan, jadi penerimaan itu juga kembali kepada negara," ujar Perry.

Selain itu, Perry juga memastikan setiap kebijakan yang diambil oleh bank sentral mempertimbangkan dampaknya secara nasional.

"Kami pertimbangkan bagaimana benefit and cost secara nasional," jelasnya.

Kurs rupiah berada di level Rp17.668 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/5) sore. Mata uang Garuda melemah 71 poin atau 0,40 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |