Berkat Sang Ibu, Dokter Ini Temukan Metode Baru Sembuhkan Alzheimer

2 hours ago 4

CNN Indonesia

Kamis, 26 Mar 2026 13:15 WIB

Seorang dokter menemukan metode baru untuk menyembuhkan Alzheimer karena sang ibu. Ini ceritanya. Seorang dokter menemukan metode baru untuk menyembuhkan Alzheimer karena sang ibu. (iStock/LightFieldStudios)

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang dokter spesialis neurologi di China menemukan metode baru untuk sembuhkan Alzheimer. Sang ibu yang menderita gangguan otak progresif selama delapan tahun terakhir, menjadi pasien pertama yang menggunakan metode ini dan menunjukkan hasil positif.

Dokter tersebut bernama Sun Bomin, profesor dan direktur pusat bedah saraf fungsional di Rumah Sakit Ruijin, Shanghai. Pada 21 Januari lalu, ia merilis sebuah video pendek di platform Yitiao.tv dan sebuah artikel mengenai prosedur pengobatan yang ia temukan.

Sun menceritakan, prosedur focused ultrasound (FUS) atau gelombang ultrasonik dengan intensitas tinggi ternyata efektif untuk penyakit Alzheimer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terinspirasi dari sang ibu

Semua ini berawal dari tahun 2024. Ketika itu, Sun ingin mengobati kondisi lain yang dialami sang ibu menggunakan FUS. Namun berkat prosedur tersebut, kognisi sang ibu yang berusia 90-an tiba-tiba terpicu.

Kondisi lain yang hendak diobati tersebut, yakni distonia. Ini merupakan suatu gangguan yang menyebabkan kontraksi dan gerakan otot tak disengaja, termasuk menjulurkan lidah.

Distonia yang dialami sang ibu membaik, ditandai dengan penurunan frekuensi penjuluran lidah. Namun selang sebulan setelah prosedur FUS, pengasuh sang ibu malah melaporkan adanya peningkatan kognitif.

Ibu Sun mulai mengenali anggota keluarga, melakukan perhitungan, merespons dengan tepat, bahkan bisa mengekspresikan kebutuhan emosional.

Padahal, penyakit Alzheimer sudah menghapus ingatannya dan membuatnya berada dalam kondisi pasif. Sang ibu bahkan tidak responsif terhadap kematian anggota keluarga terdekat.

Setelah temuan anekdotal sang ibu, Sun langsung mengumpulkan timnya untuk penelitian lebih lanjut. Setelah lebih dari setahun persiapan dan melalui proses peninjauan etika rumah sakit, ia resmi memulai uji klinis tahun lalu.

Uji klinis pertama FUS intensitas tinggi dilakukan terhadap tujuh pasien lain. Dua di antara pasien tersebut, dilaporkan menunjukkan peningkatan pesat.

"Secara keseluruhan, hasilnya masih sangat menggembirakan," ujar Sun, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Bagaimana prosedur FUS dilaksanakan?

FUS itu sendiri dikenal sebagai strategi baru yang menjanjikan dalam bedah saraf. Daya tariknya terletak pada kemampuannya yang non-invasif, alias tak perlu menjalankan prosedur bedah.

Metode ini menggunakan beberapa gelombang suara frekuensi tinggi yang saling berpotongan untuk perawatan atau modulasi lingkungan intrakranial yang tepat.

Prinsipnya mirip dengan kompor surya. Beberapa gelombang ultrasonik dari berbagai arah difokuskan pada satu titik. Jadi, memungkinkan dokter mengerahkan kekuatan pada titik tersebut.

Ketika melakukan prosedur FUS, pasien harus mengenakan helm yang dilengkapi dengan 1.024 'transduser' mini yang memancarkan gelombang ultrasonik berenergi tinggi. Setiap pancaran ultrasonik melewati kulit kepala dan tengkorak untuk mencapai saraf jauh di dalam otak.

Selama uji klinis, pasien harus menjalani MRI sambil mengenakan helm, memungkinkan penentuan posisi yang tepat dan sinkron. Sun berkata, ia percaya efek kejut yang dihasilkan menjadi kunci untuk memperbaiki gejala Alzheimer.

"Sama seperti mengguncang keranjang penampi untuk memisahkan jagung dan beras. Setelah diguncang, kekacauan awal berubah dan terstratifikasi ulang," ucap Sun.

Menurutnya, jenis 'guncangan' ini dapat membersihkan endapan protein abnormal, mengaktifkan sirkuit saraf yang tidak aktif, atau bertindak secara bersamaan pada berbagai tingkatan.

"[Namun] apa yang sebenarnya telah berubah masih belum diketahui saat ini," kata Sun lagi.

Meski penelitian dan uji klinis belum usai, temuan ini bisa jadi berita baik bagi penderita Alzheimer beserta keluarganya.

(rti)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |