Jakarta, CNN Indonesia --
Bangladesh menerapkan sejumlah kebijakan baru untuk menekan konsumsi energi di tengah gejolak pasar global akibat konflik di Timur Tengah.
Langkah tersebut disetujui dalam rapat kabinet pada Kamis (3/4), dengan tujuan menstabilkan pasokan energi di negara yang sangat bergantung pada impor bahan bakar itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Reuters, pemerintah Bangladesh menetapkan jam operasional kantor pemerintahan dipersingkat menjadi pukul 09.00 hingga 16.00 waktu setempat. Selain itu, pasar dan pusat perbelanjaan diwajibkan tutup lebih awal, yakni pukul 18.00, guna mengurangi penggunaan listrik.
Otoritas juga memerintahkan pemangkasan belanja publik yang tidak mendesak serta mendorong sektor industri menekan konsumsi energi, termasuk membatasi penggunaan pencahayaan berlebihan.
Kementerian Pendidikan Bangladesh dijadwalkan merilis pedoman baru mulai Minggu (5/4), termasuk opsi penyesuaian jadwal belajar hingga kemungkinan pembelajaran daring untuk menghemat energi.
Pemerintah juga akan mengizinkan impor bus listrik bebas bea untuk sekolah, disertai insentif bagi institusi yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Kebijakan ini diambil di tengah tekanan terhadap pasokan energi nasional akibat lonjakan harga dan ketidakpastian pasokan global imbas perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Sebelumnya, Bangladesh telah menerapkan pembatasan distribusi bahan bakar untuk mengatasi kelangkaan, termasuk membatasi penjualan kendaraan dan memperpendek jam operasional stasiun pengisian bahan bakar.
Otoritas juga memperingatkan bahwa pasokan energi masih ketat meski sempat mereda selama periode libur besar.
Pemerintah kini berupaya mengamankan pasokan energi bagi sekitar 175 juta penduduk, sekaligus mencari sumber alternatif di tengah volatilitas pasar global.
Selain itu, Bangladesh tengah mengupayakan pendanaan eksternal lebih dari US$2,5 miliar untuk membiayai impor bahan bakar dan gas alam cair, seiring meningkatnya tekanan terhadap cadangan devisa negara.
(lau/asr)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
5

















































