CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 10:55 WIB
Ilustrasi. Masih banyak orang yang tak tahu soal apa yang terjadi jika trombosit rendah. (iStock/PhonlamaiPhoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Trombosit merupakan keping darah yang berguna untuk menghentikan perdarahan ketika terjadi luka.
Kadar trombosit sebisa mungkin mesti dalam keadaan normal, jangan sampai terlampau rendah. Memangnya, apa yang terjadi jika trombosit rendah?
Trombosit sendiri memiliki banyak kegunaan di dalam tubuh. Beberapa di antaranya adalah untuk menutup pembuluh darah yang luka, membentuk gumpalan agar menghentikan perdarahan, sampai dengan membantu proses penyembuhan luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang terjadi jika trombosit rendah?
Menurut laman Cleveland Clinic, kadar jumlah trombosit yang normal berkisar antara 150 ribu sampai dengan 450 ribu per mikroliter darah. Di bawah itu, tergolong kadar trombosit rendah.
Lantas, apa yang bakal terjadi jika trombosit rendah?
1. Pendarahan meski dari luka kecil
Salah satunya adalah perdarahan meski hanya dari luka kecil. Pasalnya, trombosit tidak menempel pada dinding pembuluh darah yang rusak sehingga tak mampu menyumbat untuk menghentikan darah.
2. Mudah memar
Selanjutnya, trombosit yang rendah bisa membikin seseorang menjadi mudah memar. Memar tersebut terjadi saat darah terkumpul di bawah kulit.
3. Adanya darah dalam urine
Dalam keadaan normal, urine akan membuang zat kotor dari dalam tubuh. Akan tetapi, trombosit rendah memungkinkan munculnya darah dalam urine, bahkan pada tinja. Keadaan inilah yang biasanya disebabkan karena trombositopenia.
4. Bintik kecil pada kulit
Trombosit yang rendah juga bisa membuat munculnya bintik-bintik kecil yang umumnya berwarna merah pada kulit. Kemunculan bintik kecil tersebut biasanya bakal meluas jika tidak dilakukan penanganan segera.
5. Menstruasi sangat banyak
Ilustrasi. Menstruasi berlebihan, salah satu apa yang terjadi jika trombosit rendah. (istockphoto/Kiwis)
Menstruasi dalam jumlah banyak, disebut pula dengan menoragia atau berlangsung lebih dari tujuh hari, merupakan kemungkinan yang bakal terjadi apabila trombosit rendah. Pasalnya, darah jadi sulit membeku.
Selain itu, trombosit rendah juga bisa memunculkan sejumlah gejala seperti sakit kepala, pusing, nyeri dada, hingga mati rasa di area tangan dan kaki.
Cara agar kadar trombosit normal
Terdapat beberapa cara agar kadar trombosit normal. Berikut di antaranya.
1. Memerhatikan gaya hidup sehat
Mengusung gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga atau tidur yang cukup merupakan faktor penting agar kadar trombosit kembali normal. Selain membuat peredaran darah lancar karena olahraga, tidur yang cukup bisa membantu proses pembentukan trombosit tetap optimal.
2. Mengonsumsi makanan kaya zat besi
Konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti sayuran hijau, hati sapi, telur, buah-buahan, dan lain sebagainya dapat membuat kadar trombosit berada di ambang batas normal.
Tak hanya itu, secara keseluruhan makanan-makanan tersebut pun bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terkena penyakit.
3. Hindari obat-obatan warung
Obat-obatan warung yang dijual bebas biasanya mengandung ibuprofen atau aspirin. Kedua kandungan tersebut bisa membuat darah terlalu encer.
Ada baiknya untuk menghindari mengonsumsi obat-obatan warung secara berlebihan.
Demikian uraian mengenai hal-hal apa saja yang terjadi jika trombosit rendah termasuk cara agar kadarnya tetap normal. Semoga bermanfaat.
(hdr/asr)

4 hours ago
3















































