Ancaman Timbal pada Anak, Bisa Turunkan IQ hingga Penyakit Kronis

7 hours ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 08 Apr 2026 20:15 WIB

Paparan timbal masih mengintai anak di Indonesia. Dampaknya bisa merusak otak, ginjal, hingga mengganggu tumbuh kembang. Ilustrasi. Paparan timbal sangat berbahaya pada anak-anak. (iStock/rudi_suardi)

Jakarta, CNN Indonesia --

Paparan timbal masih menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan anak di Indonesia. Meski tak terlihat, logam berat ini dapat masuk ke tubuh melalui udara, makanan, air, hingga benda sehari-hari seperti cat dan mainan.

Laporan Surveilans Nasional menemukan, 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darahyang cukup tinggi. Temuan ini berasal dari pemantauan di enam provinsi, yakni Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Salah satu sumber paparan yang kerap luput dari perhatian adalah cat yang mengelupas di rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cat sebenarnya tidak berbahaya. Namun, kadar timbal yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang," ujar Yuni Krisyuningsih Krisnandi, ahli kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia dalam keterangannya saat hadir di forum Ngobras tentang "Membangun Ruang yang Lebih Sehat Melalui Pemilihan Material Bangunan yang Aman", Rabu (8/4).

Timbal sendiri merupakan unsur logam yang secara alami terdapat di lingkungan, sekaligus banyak digunakan dalam berbagai sektor industri karena sifatnya yang stabil, mudah dibentuk, dan tahan korosi.

Logam ini dapat masuk ke tubuh secara tidak sengaja, baik melalui ingesti (tertelan) maupun terhirup. Setelah itu, timbal akan diserap ke dalam aliran darah dan menyebar ke berbagai organ penting, seperti tulang, ginjal, dan sistem saraf.

Paparan timbal umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba dalam jumlah besar, melainkan terakumulasi sedikit demi sedikit dari berbagai sumber di sekitar. Mulai dari debu rumah, serpihan cat lama, tanah yang terkontaminasi, hingga material tertentu di lingkungan hunian.

"Karena sifatnya yang akumulatif, paparan jangka panjang meskipun dalam kadar rendah tetap dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh," ujar Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Reza Fahlevi.

Dampak serius pada otak anak

Salah satu organ yang paling rentan terhadap paparan timbal adalah otak. Pada tahap awal, gejalanya sering kali tidak disadari, seperti sakit kepala, gangguan memori, dan penurunan konsentrasi.

Namun, dalam jangka panjang atau pada kadar tinggi, dampaknya bisa jauh lebih serius.

"Pada kasus berat, terutama dengan paparan tinggi seperti di lingkungan industri, bisa terjadi penurunan kesadaran hingga koma," kata Reza.

Pada anak, dampaknya jauh lebih signifikan. Timbal dapat menembus lapisan otak dan terakumulasi, sehingga mengganggu perkembangan kognitif.

"Akumulasi pada sistem saraf ini berpengaruh terhadap IQ, daya tangkap, dan konsentrasi anak. Ini yang bisa menyebabkan anak kehilangan potensi optimalnya," jelasnya.

Kondisi ini bahkan berisiko menciptakan lost generation, yakni generasi yang tidak mampu mencapai kapasitas intelektual maksimalnya.

Mengintai fungsi ginjal dan pertumbuhan

Selain otak, ginjal juga menjadi organ yang rentan terdampak paparan timbal. Logam ini dapat mengganggu fungsi penyaringan racun, keseimbangan elektrolit, hingga pengaturan tekanan darah.

"Jika paparan berlangsung lama, kerusakan ginjal bisa bersifat irreversibel dan berujung pada penyakit ginjal kronik," ujar Reza.

Tak hanya itu, timbal juga dapat tersimpan di tulang dan mengganggu pertumbuhan anak. Dampaknya, tinggi badan anak bisa tidak optimal, serta meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang di kemudian hari.

Timbal juga mengganggu penyerapan nutrisi penting seperti zat besi dan kalsium. Padahal, kedua nutrisi ini berperan penting dalam kecerdasan, pencegahan anemia, serta pertumbuhan tulang.

"Kalau ini terganggu, anak bisa mengalami malanutrisi," tambahnya.

Ancaman timbal bahkan bisa dimulai sejak dalam kandungan. Logam berat ini mampu menembus plasenta dan ditransfer dari ibu ke janin.

"Jika ibu hamil terpapar timbal dalam kadar tinggi, maka janin juga bisa ikut terpapar. Ini meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah," jelas Reza.

Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, pencegahan menjadi langkah paling penting. Orang tua perlu lebih waspada terhadap sumber paparan timbal di lingkungan sekitar.

Menjaga kebersihan rumah, menghindari paparan debu dan cat lama, serta memastikan asupan nutrisi anak tercukupi menjadi langkah sederhana namun efektif.

"Pencegahan itu kunci. Pastikan lingkungan anak aman dari paparan timbal dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi agar risiko bisa diminimalkan," pungkas Reza.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |