Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah tengah menyiapkan "proyek spesial" bersama perusahaan teknologi asal Inggris, Arm Limited, dengan nilai investasi sekitar US$200 juta atau Rp3,3 triliun (kurs Rp16.893 per dolar AS).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap negosiasi antara kedua pihak.
"Ada special project yang sedang dibahas antara Arm dan Indonesia. Kita masih dalam negosiasi. Ada (nilainya) kira-kira US$200 juta," kata Airlangga di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga menjelaskan, kerja sama dengan Arm memiliki pendekatan berbeda dibandingkan investasi semikonduktor yang selama ini banyak dilakukan negara lain.
Menurut dia, Arm lebih berfokus pada pengembangan desain semikonduktor, bukan pembangunan pabrik.
"Arm itu brain. Jadi kita selalu pisahkan antara software dan pabrik. Arm arahnya selalu ke software, ke arah desain," ujar Airlangga.
Sementara itu, pembangunan fasilitas produksi atau pabrik chip biasanya dilakukan oleh perusahaan lain seperti TSMC atau Nvidia.
"Kalau pabrikan itu ya TSMC, NVIDIA, dan yang lain. Jadi itu pendekatan berbeda yang didekati oleh pemerintah," kata Airlangga.
Proyek spesial ini sejatinya merupakan tindak lanjut dari kerja sama pertama antara Indonesia melalui Danantara dengan Arm. Oleh karena itu, prosesnya masih dalam negosiasi.
Adapun kerja sama pertama antara Danantara dan Arm berupa pembangunan talenta semikonduktor sebanyak 15 ribu engineers yang diharapkan dapat menguasai teknologi chipset.
"Ditargetkan talenta yang dibangun adalah 15.000 engineers dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Airlangga.
Airlangga menjelaskan, Indonesia memilih strategi pengembangan sumber daya manusia terlebih dahulu dibandingkan langsung membangun industri manufaktur chip.
Menurut dia, pembangunan pabrik semikonduktor membutuhkan investasi sangat besar dan masih bergantung pada teknologi dari luar negeri.
"Oleh karena itu jalan Indonesia berbeda, kita membuat jalan yang mengutamakan sumber daya manusianya dulu," katanya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong perguruan tinggi untuk menyiapkan kurikulum khusus terkait semikonduktor dan desain chip guna mendukung pengembangan ekosistem nasional.
Airlangga menilai keberhasilan pengembangan industri semikonduktor sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri.
(dhz/ins)

2 hours ago
2















































