Jakarta, CNN Indonesia --
CEO Inspira Adrian Maulana mengungkapkan dirinya bisa menghemat hingga Rp1,8 juta per bulan untuk biaya transportasi dengan naik angkutan umum.
Penghematan itu ia dapatkan di tengah ancaman krisis energi akibat perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Awalnya, Adrian menyampaikan jika menggunakan kendaraan pribadi maka dalam sebulan menghabiskan Rp3 juta hanya untuk biaya bahan bakar minyak (BBM), belum termasuk dengan biaya tol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh seperti saya, ya mungkin kalau saya waktu itu ngantor pulang-pergi tuh saya kurang lebih perlu 60 km. Biar gampang Rp100 ribu (kebutuhan dana untuk BBM dalam sehari), berarti kalau 20 hari kerja, ya kita nggak ambil weekend-nya misal gitu. Berarti kan Rp3 juta hanya buat bensin, belum termasuk tol loh," cerita Adrian dalam wawancara khusus bersama CNN Indonesia, Senin (13/4).
Kemudian, ia menyampaikan dengan menggunakan transportasi umum diasumsikan dalam sehari menghabiskan dana Rp50 ribu hingga Rp60 ribu sehari. Artinya, dalam sebulan akan menghabiskan Rp1,2 juta. Dengan demikian, Adrian menyampaikan bisa menghemat dana sebesar Rp1,8 juta.
"Sedangkan kalau dengan tadi transportasi publik, transportasi umum, apalagi kalau kita ekstremnya pakai KRL, kan hanya Rp50.000-Rp60.000 per hari. 20 hari kerja Rp1,2 juta. Tadi 3 juta (dikurangi) Rp1,2 juta. Nah saya punya 1,8 (juta) yang saya sisa. Itu baru dari BBM lho, ya kan," katanya.
Selain dari menghemat dana untuk BBM, ia juga dapat menambah penghematan untuk di dapur, terutama pemakaian LPG. Adrian menyebutkan semula memasak setiap hari, kini dapat memasak untuk 3 hari hingga seminggu sekali.
Ia memproyeksikan dengan menyiasati penghematan tersebut, maka penggunaan LPG akan lebih hemat sebesar 10 hingga 20 persen setiap bulannya, yaitu sebesar Rp100 ribu sampai Rp300 ribu. Dengan demikian, proyeksi penghematan dana setiap bulannya dapat mencapai Rp2 juta.
"Kita belum bicara untuk yang di dapur, LPG. Kita coba aja hemat deh cara kita masak. Yang tadinya harian, mungkin kita bikin 3 hari sekali baru kita masak, atau kita masak seminggu, terus kemudian kita simpan, kita panasin. Nanti kita taruh di freezer, tinggal nanti dipanasin," ungkap Adrian.
"Itu bisa hemat mungkin 10-20 persen per bulannya. Okelah mungkin cuman Rp100.000-300.000. Tapi tadi, Rp1,8 juta tambah lagi dari yang di rumah Rp200 juta, (jadi) Rp2 juta per bulan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Adrian pun menyebutkan dari penghematan tersebut, sebagian dana bulanan dapat dibelikan untuk instrumen investasi.
"Makanya bagi yang belum memulai untuk menyisihkan sebagian daripada gaji pendapatan ke dalam instrumen yang mungkin sifatnya investasi, mungkin ini adalah momen terbaik untuk kita mulai ke sana," pungkas Adrian.
(fln/sfr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2

















































