8 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Saat Gatal-gatal, Bisa Makin Parah

3 hours ago 4

CNN Indonesia

Rabu, 25 Mar 2026 08:30 WIB

Gatal-gatal bisa berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi. Oleh karenanya, hati-hati dalam memilih makanan ketika kulit sedang gatal. Ilustrasi. Gatal di kulit bisa dipicu makanan. Berikut makanan yang tidak boleh dimakan saat gatal-gatal. (Dewi Maharani Astutik)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Gatal-gatal yang muncul di kulit sering kali tidak hanya dipicu faktor luar. Makanan turut berkontribusi pada rasa gatal yang semakin parah. Berikut makanan yang tidak boleh dimakan saat gatal-gatal.

Gatal-gatal di kulit bisa terjadi akibat reaksi alergi. Melansir dari Very Well Health, kondisi ini terjadi ketika tubuh keliru mengenali makanan tertentu sebagai zat berbahaya dan memicu respons imun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejalanya bisa muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah makan, bahkan meski hanya mengonsumsi dalam jumlah kecil.

Makanan yang tidak boleh dimakan saat gatal-gatal

Beberapa orang bisa langsung menghindari makanan pemicu alergi atau mengandung alergen ketika sudah memahami kondisi alerginya. Namun beberapa lainnya mungkin belum memahami penuh kondisi alerginya. 

Akibatnya, konsumsi makanan bisa sembarangan padahal bisa saja makanan yang dikonsumsi dapat membuat gatal semakin parah. Berikut deret makanan yang perlu dihindari saat kulit masih gatal-gatal.

1. Kacang-kacangan

Mengutip WebMD, kacang tanah dan kacang pohon seperti almond, mete, kenari, dan pistachio termasuk pemicu alergi yang paling umum. Reaksi alergi akibat kacang dapat menyebabkan gatal di kulit, mulut, hingga tenggorokan.

Alergi pada kacang juga dapat memicu reaksi berat seperti anafilaksis yang berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera.

Oleh karena itu, penderita alergi kacang dianjurkan benar-benar menghindari produk yang mengandung atau berpotensi terkontaminasi kacang.

2. Boga bahari (seafood)

Kerang, udang, kepiting, lobster, hingga cumi-cumi kerap menjadi penyebab gatal-gatal akibat alergi makanan. Reaksi alergi makanan laut sering kali bersifat berat dan cenderung menetap seumur hidup, terutama jika muncul pertama kali saat dewasa.

Gejala yang dapat muncul antara lain gatal, ruam, pembengkakan, hingga gangguan pernapasan. Risiko kontaminasi silang di restoran juga cukup tinggi, sehingga penderita alergi perlu ekstra waspada saat makan di luar.

3. Ikan

Ikan makerel mengandung lemak sehat dan berbagai vitamin yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat.Ilustrasi. Salah satu makanan yang tidak boleh dimakan saat gatal-gatal adalah ikan. (Gita Welastiningtias)

Alergi ikan berbeda dengan alergi makanan laut bercangkang. Beberapa jenis ikan seperti tuna, salmon, belut dan kakap diketahui dapat memicu gatal dan ruam kulit pada orang yang sensitif.

Biasanya alergi ini baru muncul saat dewasa. Selain ikan segar, produk yang berasal dari ikan seperti saus ikan, suplemen omega-3, atau gelatin juga dapat memicu reaksi gatal-gatal.

4. Telur

Bagian putih telur merupakan salah satu penyebab alergi paling umum pada anak-anak. Reaksi alergi telur dapat menimbulkan gatal, biduran, pembengkakan, hingga gangguan pernapasan.

Sebagian besar anak memang dapat terbebas dari alergi telur seiring bertambahnya usia. Namun, pada sebagian orang, telur juga dapat memperparah kondisi kulit seperti eksim yang disertai rasa gatal.

5. Susu dan produk olahannya

Susu dan produk turunannya jadi salah satu makanan yang tidak boleh dimakan saat gatal-gatal. Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa. Pada alergi susu, tubuh bereaksi terhadap protein dalam susu dan dapat memicu gatal-gatal, ruam, hingga gangguan pencernaan.

Produk olahan susu seperti keju, mentega, yogurt, dan es krim juga perlu dihindari oleh penderita alergi, karena protein susu tetap ada di dalamnya.

6. Gandum

Gandum merupakan bahan yang banyak ditemukan dalam roti, pasta, dan makanan olahan. Alergi gandum dapat menyebabkan gatal, biduran, dan gangguan pernapasan.

Kondisi ini berbeda dengan penyakit celiac atau sensitivitas gluten, meski gejalanya bisa mirip. Orang dengan riwayat asma atau eksim diketahui lebih rentan mengalami alergi gandum.

7. Kedelai

Kedelai dan produk turunannya seperti tahu, tempe, susu kedelai, serta makanan olahan berbasis kedelai kerap memicu gatal, terutama di area wajah dan mulut.

Alergi kedelai lebih sering terjadi pada anak-anak dan sebagian dapat menghilang saat dewasa. Namun, pada kondisi gatal-gatal aktif, kedelai tetap disarankan untuk dihindari.

8. Tomat dan buah jeruk

Selain alergi makanan, beberapa bahan pangan dapat menyebabkan iritasi kulit atau sindrom alergi oral. Makanan yang tidak boleh dimakan saat gatal-gatal antara lain, tomat dan buah jeruk. Pada beberapa orang, keduanya dapat memicu rasa gatal di mulut, bibir, dan kulit.

Jika gatal disertai pembengkakan wajah, sesak napas, pusing, atau penurunan kesadaran, kondisi ini bisa mengarah pada reaksi alergi berat dan memerlukan pertolongan medis segera.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |